Blogger Widgets Let's study!: Permasalahan Kependudukan dan Upaya Penanggulangannya

Selasa, 27 Desember 2011

Permasalahan Kependudukan dan Upaya Penanggulangannya

     A.  Dinamika Kependudukan di Indonesia
Jumlah penduduk di Indonesia setiap saat selalu berubah. Tiap detik terjadi kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Keadaan tersebut disebut dinamika kependudukan di Indonesia.

1.        Jumlah Penduduk
Sensus Penduduk yaitu penghitungan jumlah penduduk oleh Pemerintahan dalam jangka waktu tertentu secara serentak. Sensus dilaksanakan 10 tahun sekali dan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kegiatan sensus penduduk meliputi kegiatan pengumpulan, pengolahan, penilaian, penganalisaan dan penyajian data-data kependudukan. Data-data yang meliputi data demografi, sosial, ekonomi dan lingkungan hidup selanjutnya akan dipergunakan untuk berbagai keperluan misalnya untuk bahan perencanaan kebijakan pembangunan. Sensus dibagi menjadi dua macam:
·         Sensus de facto yaitu penghitgungan terhadap setiap penduduk yang berada di suatu wilayah ketika sensus dilaksanakan.
·         Sensus de yure yaitu penghitungan terhadap penduduk yang benar-benar bertempa tinggal di wilayah yang dilaksanakan sensus.
Survei Penduduk yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk melakukan penelitian dan penyelidikan data statistik kependudukan pada waktu dan tempat tertentu. Survei yang dilakukan meliputi survei ekonomi sosial, survei angkatan kerja nasional dan survei penduduk antarsensus (SUPAS). Sedangkan regristrasi yaitu kegiatan pemerintah yang meliputi pencatatan kelahiran, kematian, perkawinan, perceraian, perubahan tempat tinggal dan perubahan pekerjaan secara rutin. Biasanya dilakukan di kelurahan.
2.        Perpindahan Penduduk (Migrasi)
Migrasi atau mobilitas penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya dapat dikelompokkan menjadi dua:
a.        Migrasi internasional yaitu perpindahan penduduk yang dilakukan antarnegara.
1.    Imigrasi yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara lain ke dalam suatu negara. Contoh: orang India masuk ke Indonesia.
2.    Emigrasi yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara menuju ke negara lain. Contoh: TKI yang bekerja di Malaysia.
b.        Migrasi nasional yaitu proses perpindahan penduduk di dalam suatu negara.
1.    Migrasi penduduk sementara (migrasi sirkuler), terdiri dari:
a.         Penglaju yaitu perpindahan penduduk dari tempat tinggal asal menuju ke tempat tujuan yang dilakukan setiap hari pulang pergi untuk melakukan suatu pekerjaan.
b.         Perpindahan penduduk musiman maksudnya perpindahan yang dilakukan hanya bersifat sementara pada musim-musim tertentu.
2.    Migrasi penduduk menetap meliputi transmigrasi dan urbanisasi.
·         Transmigrasi yaitu perpindahan dari salah satu wilayah untuk menetap di wilayah lain dalam wilayah negara.
·         Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari kota kecil ke kota besar.
1.      Faktor-faktor pendorong terjadinya urbanisasi, sebagai berikut.
a.      Lahan pertanian semakin sempit.
b.      Sulitnya pekerjaan di luar sektor pertanian.
c.       Banyaknya pengangguran di pedesaan.
d.      Fasilitas kehidupan sulit didapat.
e.      Kurangnya fasilitas hiburan.
2.      Faktor penarik di kota, sebagai berikut.
a.      Lapangan pekerjaan lebih banyak.
b.      Banyak menyerap tenaga kerja.
c.       Banyak hiburan.
d.      Banyak fasilitas kehidupan.
Migrasi memiliki pengaruh. Contohnya pada transmigrasi, urbanisasi dan emigrasi sebagai TKI, dampak negatifnya:
·      Di pedesaan tenaga di sektor pertanian berkurang
·      Banyak lahan tak tergarap
·      Produktivitas pertanian menurun
·      Tenaga terdidik sebagai tenaga penggerak pembangunan berkurang

Namun migrasi juga memiliki akibat positif, yaitu:
·      Meningkatkan pendapatan penduduk desa
·      Mengurangi kepadatan penduduk
·      Menularkan pengalaman kota
·      Masyarakat desa ingin maju

Dampak negatif bagi wilayah perkotaan antara lain:
·      Pertambahan penduduk
·      Kepadatan penduduk
·      Peningkatan tenaga kasar
·      Timbul daerah kumuh
·      Tuna wisma
·      Meningkatnya kejahatan
·      Pengangguran
·      Kemacetan lalu lintas
·      Semakin menciptakan rasa individual yang tinggi

Dampak positif migrasi di perkotaan, antara lain:
·      Murah tenaga kerja
·      Banyak tersedia tenaga kerja kasar

     B.  Masalah Kependudukan di Indonesia
Dinamika penduduk yang kompleks memunculkan berbagai permasalahan dalam bidang kependudukan. Beberapa masalah kependudukan antara lain pertumbuhan, persebaran dan kualitas penduduk.

1.        Pertumbuhan Penduduk
Ada dua faktor yang menambah jumlah penduduk
a.    Faktor alami (natural increase), antara lain kelahiran dan kematian.
·         Rumus pertumbuhan penduduk alami sebagai berikut:
Rumus:

Pn = Po + (L - M)                                   
                                   
Keterangan:
      Pn        = jumlah penduduk pada tahun tertentu (setelah penambahan).
      Po        = jumlah penduduk pada awal tahun hitungan (sebelum penambahan).
L          = Lahir (kelahiran)
M         = Mati (kematian)
·         Rumus migrasi
Rumus:

             Pn = Po + (Mi – Mo)

Keterangan:
Pn        = Jumlah penduduk pada tahun tertentu (setelah penambahan)
Po        = Jumlah penduduk pada awal tahun hitungan (sebelum penambahan)
Mi       = Migrasi masuk
Mo      = Migrasi keluar

b.      Faktor Sosial (social increase)
Yaitu pertambahan penduduk yang disebabkan selisih kelahiran dan kematian serta migrasi, dihitung dengan rumus berikut:
Rumus:

Pn = Po + {(L – M) + (Mi – Mo)}


           2.      Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah perbandingan jumlah penduduk dengan daerah. Faktor yang berpengaruh terhadap kepadatan penduduk antara lain:
1.      Fisiografis
2.      Keamanan
3.      Kebudayaan
4.      Biologis
5.      Psikologis

Kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi:
1.      Kepadatan penduduk umum, yaitu perbandingan antara jumlah penduduk dengan luas wilayah yang ditempatinya.
Rumus:
                           
                             Kepadatan aritmatik =      Jumlah penduduk    x 1 Km2
                                                                        Luas wilayah

2.      Kepadatan penduduk agraris yaitu jumlah rata-rata penduduk petani per satuan luas lahan pertanian.
Rumus:
           
          Kepadatan agraris =       Jumlah petani      x 1 Km2 
                                           Luas lahan pertanian


3.      Kepadatan fisologis atau ekonomis yaitu jumlah penduduk yang dapat dijamin kehidupannya oleh tiap kesatuan lahan produktif.
Rumus:
                   
                  Kepadatan fisiologi =     Jumlah penduduk   x 1 Km2
                                                    Luas lahan produktif


Kepadatan penduduk yang tidak seimbang dapat menimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan. Masalah-masalah itu antara lain:
1.        Semakin berkurangnya lahan pertanian
2.         Kemampuan produksi lahan menurun
3.         Fasilitas sosial tidak mampu mengimbangi kebutuhan penduduk
4.         Lowongan pekerjaan semakin sempit
5.         Pendapatan penduduk rendah
6.         Persaingan semakin ketat

Demikian daerah yang ditinggalkan juga terdapat masalah:
1.        Kekayaan alam belum bisa dimanfaatkan secara optimal
2.        Tenaga kerja berkurang

    a.      Kondisi Penduduk Indonesia
Kondisi penduduk di Indonesia dapat dilihat dari susunan penduduknya. Susunan penduduk dapat didasarkan, antara lain atas:
·           Umur
·           Jenis kelamin
·           Mata pencaharian
·           Penyebaran penduduk
·           Pendidikan
·           Agama
Susunan penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin. Contohnya:
1.        Susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin
Jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin dijadikan dalam satu tabel, dengan kelompok umur pada jenjang lima tahunan. Susunan penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat menunjukkan beberapa gambaran seperti:
·           Jumlah tenaga kerja produktif dan non produktif
·           Pertamabahan penduduk
·           Angka ketergantungan
·           Rasio laki-laki dan perempuan
·           Usia sekolah

2.      Susunan penduduk atas dasar mata pencaharian
Susunan ini mendasar atas mata pencaharianya. Penduduk di kelompokkan menjadi kelompok petani, pedagang, pegawai negeri, TNI/POLRI, karyawan swasta, penjual jasa dan lain-lain. Susunan atas mata pencaharian menginformasikan pemerintah untuk mengambil keputusan, apakah perlu pelatihan dan penyuluhan dalam bidang pertanian, perikanan, atau pertukangan, dan lain sebagainya.

3.      Susunan penduduk menurut tingkat pendidikan
Penduduk dapat digolongkan atas dasar pendidikannya. Misalnya:
·      Penduduk tidak sekolah
·      Tidak tamat Sekolah Dasar
·      Tamat Sekolah Dasar
·      Tidak tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
·      Tamat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
·      Tidak tamat Sekolah Lanjutan Menengah Umum/Kejuruan
·      Tamat Sekolah Lanjutan Menengah Umum/Kejuruan
·      Tidak tamat Akademi/Perguruan Tinggi
·      Tamat Akademi/Perhuruan Tinggi
Susunan peduduk menurut pendidikan dapat dipergunakan oleh penentu kebijakan pendidikan, seperti penentuan penambahan sekolah, penambahan guru, buku paket, penambahan sarana dan prasarana sekolah.

0 Comments:

Post a Comment